5 Ide Marketing Bisnis Terbaik untuk Usaha Kecil

Di tahap awal membangun bisnis, fokus para pelaku usaha kecil menengah umumnya lebih mengacu pada selling atau penjualan. Bahkan untuk bisnis yang fokus hanya pada desain baju saja, konsep ini masih digunakan.

Namun jika hanya berhenti pada pola pikir seperti ini, apakah mungkin mengembangkan bisnis ke jenjang yang lebih tinggi?

Besar maupun kecil, bisnis yang terlihat menonjol memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian publik, dan pada gilirannya membangun kecenderungan masyarakat untuk memilihnya. Bagi para pemilik usaha kecil, ide marketing berikut ini terbilang cukup terjangkau dan bisa dicoba.

Manfaatkan Kekuatan Content

jasa penulis artikel Pergeseran cara orang membeli barang ataupun jasa terlihat semakin nyata seiring dengan pertumbuhan internet dan kreativitas penggunaannya.

Jika sebelumnya pemasaran langsung atau direct marketing dinilai efektif untuk menarik pembeli, kini efektivitasnya menurun. Lagipula biayanya juga tinggi. Jika menilik dari segi biaya saja, strategi pemasaran seperti ini jelas tidak cocok untuk usaha kecil menengah.

Dibandingkan dengan direct marketing yang hard selling, content marketing cenderung lebih disukai publik. Dalam content marketing, tenaga pemasaran atau pelaku bisnis tidak langsung menawarkan produk atau layanan yang dimilikinya.

Sebaliknya, mereka akan mengedukasi dan meningkatkan kepedulian target pasar mereka akan isu-isu penting. Di sinilah kekuatan konten mengambil perannya.

Konten memiliki peran yang sangat vital dalam pemasaran digital. Tidak mengherankan, ada yang mengatakan bahwa konten adalah raja. Contoh pelaku bisnis yang sukses memanfaatkan konten dalam mendongkrak penjualan juga semakin mudah dijumpai di dunia maya, terlebih di media sosial.

Kualitas konten sangat menentukan kesuksesan strategi content marketing. Jasa penulis umumnya memahami hal tersebut. Konten viral adalah salah satu pencapaian terbaik dalam penerapan strategi ini. Hanya saja, membuat konten seperti ini memang tidak mudah.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat konten, relevansinya dengan solusi yang ditawarkan harus menjadi perhatian utama. Kualitas konten juga harus diperhatikan.

Meski demikian, konten yang bagus tidak akan banyak berguna jika tidak dipasarkan dengan benar. Konten tersebut juga perlu dipasarkan pada orang-orang yang peduli dengan isu yang dibahas di dalamnya.

Membuat konten berkualitas memang tidak mudah jika dilakukan seorang diri. Namun dengan bantuan jasa penulis konten, pelaku usaha kecil menengah bisa lebih fokus pada bisnisnya tanpa dihantui biaya tinggi.

Video Content

Dibandingkan dengan konten lainnya, pengguna internet atau netizen cenderung lebih menyukai konten multimedia seperti video. Video dinilai lebih hidup dan mampu menyampaikan banyak hal dengan cara yang lebih menyenangkan.

Baca juga:  5 Manfaat Riset Kompetitor dalam Bisnis

Pemasaran dengan konten video sendiri juga dapat diadopsi ke dalam bisnis apapun, termasuk bisnis desain baju. Pemanfaatan video dalam industri pemasaran sejatinya sudah bukan hal yang baru.

Sebelumnya orang sudah banyak menjumpainya di layar televisi. Hanya saja, video iklan dan konten video memiliki satu perbedaan yang cukup mendasar.

Video iklan umumnya dibuat direct selling. Video ini menawarkan produk atau layanan secara eksplisit baik dengan menunjukkan manfaat yang dimilikinya atau dengan cara-cara kreatif lainnya.

Di sisi lain, konten video pada dasarnya lebih soft selling. Sama seperti konten artikel yang dibuat oleh jasa penulis, video konten lebih sering menyampaikan hal-hal yang informatif dan edukatif.

Meski mendidik pasar adalah tujuan utama dari video konten, tidak sedikit video konten yang sengaja dibuat lebih menghibur dengan gaya bercerita yang mudah dicerna.

Video konten seperti ini juga cenderung lebih disukai oleh penonton, karena alasan itu jugalah, banyak pelaku bisnis yang menggunakan jasa content creator, khususnya YouTuber populer untuk membantu memasarkan produknya secara halus.

Program Referral

Semakin banyak orang yang menawarkan produk atau layanan, semakin mudah dan cepat juga produk atau layanan tersebut tersebar luas, karena alasan itulah, banyak pelaku bisnis yang memutuskan untuk mempekerjakan lebih banyak tenaga pemasaran.

Namun bagi pelaku usaha kecil menengah yang masih terbatas dalam hal permodalan, cara seperti ini jelas tidak bisa diadopsi begitu saja. Sebenarnya ada satu cara yang bisa dijadikan pilihan.

Daripada mempekerjakan tenaga pemasaran dengan biaya yang cukup mahal, pelaku usaha kecil menengah bisa membuat program referral. Program ini memungkinkan pelaku usaha kecil menengah untuk memperluas jangkauan pemasarannya dengan biaya yang lebih terjangkau.

Berbeda dengan merekrut tenaga pemasaran, dalam program referral tidak ada biaya operasional berupa gaji bulanan. Pelaku bisnis cukup memberi insentif berupa komisi kepada anggota program ini untuk setiap produk yang berhasil ia jual.

Sepintas program referral ini memang terlihat mirip dengan dropshipping. Hanya saja, poin utama dari program referral ini adalah mereferensikan produk atau layanan kepada orang lain agar mau mengunjungi halaman website yang dimiliki oleh sang pemilik program referral dan membeli produk yang ditawarkan lewat halaman tersebut.

Meski program referral memungkinkan pelaku bisnis kecil menengah untuk memperoleh tenaga penjual dengan biaya yang lebih terjangkau, program ini tidak akan berhasil jika sang pemilik bisnis tidak berhasil menarik minat orang untuk mereferensikan produk atau layanan yang dimilikinya.

Baca juga:  7 Tips Memilih Fotografer Pernikahan yang Tepat

Untuk membuat orang tertarik untuk mereferensikan dan memasarkan solusi yang dimiliki, pelaku bisnis kecil menengah harus mampu memberikan insentif yang cukup menarik. Kemudahan dalam menjadi anggota referral juga perlu diperhatikan. Jasa penulis copywriting juga dibutuhkan untuk membuat konten yang memikat.

Marketing Melalui Kaos

Kreativitas tanpa batas benar-benar bisa diterapkan dalam dunia pemasaran. Media pemasaran yang semakin beragam, tidak hanya memberi lebih banyak pilihan namun juga memungkinkan pelaku bisnis untuk bereksperimen guna menemukan strategi pemasaran yang paling efektif untuk menggaet konsumen.

Bukan hanya pemasaran digital, pemasaran offline juga masih efektif dan bisa dikembangkan. Bahkan pakaian juga bisa dijadikan sebagai media pemasaran. Memasarkan produk atau layanan dengan memanfaatkan media kaos sebenarnya bukan hal yang baru lagi.

Strategi ini sudah dipraktekkan oleh banyak merek-merek besar hingga partai politik. Hanya saja, efektivitas strategi pemasaran ini sangat bergantung pada desain kaos yang digunakan.

Kunci sukses marketing dengan kaos adalah bagaimana caranya membuat desain kaos yang mampu menarik perhatian publik. Meski demikian, ada juga pelaku bisnis yang memilih untuk menggunakan desain yang cukup sederhana dengan merek sebagai fokus utamanya.

Akan tetapi, cara ini kurang efektif untuk merek yang masih baru dan belum begitu familiar di masyarakat. Bila tetap ingin menggunakan cara ini, desain logo merek yang digunakan harus cukup kuat untuk menarik perhatian orang.

Pelaku bisnis kecil menengah bisa menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda. Daripada hanya menempelkan desain logo merek di atas kaos, pelaku bisnis kecil menengah bisa menambahkannya dengan kata-kata yang cukup menggelitik atau dengan menuliskan gurauan ringan.

Cukup banyak juga desain kaos yang menggunakan konsep seperti ini. Pelaku bisnis bisa menjadikannya sebagai referensi. Pemanfaatan kaos sebagai media pemasaran pada dasarnya sama dengan media-media lainnya.

Tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian hingga berujung pada tercetaknya angka penjualan. Jadi memadukan desain kaos dengan teknik copywriting jelas akan meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang satu ini.

Item Promosi Gratis

Beli makanan dapat mainan gratis. Ini adalah salah satu contoh penerapan strategi item promo gratis yang mungkin kerap ditemui. Membagikan item promosi gratis seperti ini juga bisa menjadi cara yang cukup ampuh untuk menarik minat pembeli.

Bahkan tidak sedikit orang yang memutuskan untuk membeli satu produk hanya untuk mendapatkan item promosinya. Meski demikian, pemanfaatan item promosi dalam bisnis tidak hanya berhenti di sini.

Menambahkan item gratis ke dalam produk yang dijual hanyalah salah satu cara untuk menarik minat pembeli. Jika ingin melakukannya dengan cara yang berbeda, pelaku bisnis kecil menengah juga bisa membagikan item promosi gratis secara langsung. Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung pada jenis item dan desain item promosi yang dibagikan secara gratis.

Baca juga:  7 Tips Memilih Jasa Penerjemah Bahasa Inggris Berkualitas

Misalnya saja jika pada item promosi tersebut terdapat logo merek yang ingin dipasarkan. Membagikannya secara langsung tentu tidak menjadi masalah. Namun jika item tersebut tidak memilikinya, akan lebih baik jika membagikannya dengan cara yang berbeda.

Efektivitas bagi-bagi item promosi gratis juga sangat bergantung pada siapa item tersebut diberikan. Untuk memperoleh efektivitas maksimal, sangat dianjurkan untuk menentukan target yang sesuai dengan solusi yang hendak ditawarkan. Hal ini tidak berbeda jauh dengan strategi pemasaran pada umumnya.

Pemanfaatan item gratis seperti ini sebenarnya cukup fleksibel dan tidak terpaku pada satu tujuan saja. Ada yang dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan merek, ada juga yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Jadi sebelum menggunakannya, pastikan untuk menentukan tujuan utamanya terlebih dahulu. Setelah itu, baru tentukan item apa yang hendak dibagikan, kepada siapa item tersebut akan diberikan dan bagaimana cara membagikannya.

Untuk membuat item promosi yang bagus, pelaku bisnis bisa menggunakan jasa dari pihak ketiga. Kini juga ada freelancer yang bisa membantu membuat desain item promosi tertentu dan jasa penulis yang bisa membuatkan tagline atau konten copywriting yang dapat meningkatkan efektivitas item promosi tersebut.

Apapun strategi marketing yang digunakan, semuanya harus direncanakan dan dieksekusi dengan penuh perhitungan. Upaya marketing juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Anda tidak bisa melakukannya sesekali dan mengharapkan hasil yang maksimal begitu saja. Konsistensi adalah salah satu kunci sukses pemasaran.

Memasarkan produk atau layanan secara konsisten jelas membutuhkan sumber daya tambahan. Sulit untuk melakukannya seorang diri sambil terus berupaya untuk mengembangkan bisnis.

Pelaku bisnis kecil menengah seharusnya mencurahkan sebagian besar waktu, pikiran dan tenaganya pada pengembangan bisnis. Namun jika sumber daya yang dimiliki sudah tersandera oleh kegiatan rutin seperti pemasaran, mengembangkan bisnis jelas sulit untuk dilakukan.

Jika ingin membuat konten artikel untuk blog atau konten copywriting, tidak ada salahnya jika menggunakan jasa penulis. Jika ingin mencoba marketing melalui kaos, ada juga jasa pembuatan desain kaos.

Kini layanan-layanan seperti ini juga semakin terjangkau. Bahkan ada freelancer bertalenta yang mampu melakukan itu semua dengan biaya yang lebih terjangkau lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top