Memahami Translations Style Guide

Bisnis jasa translate kini semakin berkembang pesat. Banyak orang membutuhkan jasa tersebut untuk menerjemahkan dokumen, teks, dan jenis tulisan lainnya. Meski hanya berupa terjemahan, sebenarnya setiap naskah memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda sehingga teknik penerjemahannya pun berbeda.

Bila bergelut di bisnis jasa translate, sebaiknya Anda menyimak ulasan berikut supaya hasil terjemahan makin luwes.

special40

1. Menerjemahkan Setiap Kalimat dalam Tulisan

Prinsip penerjemahan memang tidak bisa dilakukan kata per kata. Anda harus menerjemahkan setiap kalimat dalam tulisan sebagai kesatuan yang utuh. Bahkan, setiap kalimat pasti saling memiliki korelasi satu sama lain.

Ini menjadikan proses penerjemahan harus dilakukan secara cermat. Anda harus memeriksa hasil terjemahan beberapa kali agar yakin maksud dari terjemahan tersebut disampaikan secara akurat dalam bahasa lain.

2. Memperhatikan Penggunaan Grammar

Bahasa asing tentu menggunakan grammar atau tata bahasa berbeda dari bahasa Indonesia. Karena itu, penggunaan grammar juga harus diperhatikan secara teliti agar hasil terjemahannya tidak menyimpang dari arti tulisan aslinya. Hal ini menjadi sangat penting bila Anda menerjemahkan tulisan berupa kronologis kejadian penting atau hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan sejarah.

3. Menentukan Diksi yang Tepat

Perbedaan diksi antarbahasa kerap menjadi kesulitan tersendiri dalam bisnis jasa translate. Sebagai contoh, kata harus dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti dalam bahasa Inggris; misalnya ought to, must, dan should.

Hal-hal sederhana ini tetap membutuhkan pertimbangan matang demi memaksimalkan tingkat akurasi terjemahan yang dihasilkan. Selain itu, pemilihan diksi erat kaitannya dengan hubungan antarkalimat. Ini karena diksi yang tepat akan membuat suatu tulisan jadi enak dibaca dan mudah dipahami.

4. Mengenal Idiom dalam Bahasa Asing

Pemahaman terhadap idiom juga sering menghambat kelancaran proses penerjemahan. Ada berbagai idiom dalam bahasa asing yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah (kata per kata).

Baca juga:  4 Pekerjaan Freelance yang Paling Menjanjikan

Seorang translator profesional wajib mempelajari banyak idiom untuk mempermudah pekerjaannya. Beberapa contoh idiom yang digunakan dalam bahasa Inggris yaitu:

Piece of cake: sesuatu yang sangat mudah diselesaikan.
As cool as cucumber: sosok yang tenang.
Break a leg: idiom dari kata good luck yang artinya semoga berhasil.

5. Prinsip Efisiensi Kata sesuai Kaidah Bahasa

Proses penerjemahan tulisan patut disesuaikan dengan kaidah bahasa yang berlaku. Agar tidak ada kata-kata yang mubazir dan mengganggu maksud kalimat. Jadi, Anda memang harus telaten menerjemahkan tulisan secara keseluruhan tanpa menilai kata per kata. Ini agar esensi tulisan bisa disampaikan secara tepat dengan bahasa yang berbeda.

Bila Anda ingin menerjemahkan kalimat “The ship sank lower in the water”. Kalau diterjemahkan secara harfiah, maka artinya menjadi “Kapal tenggelam lebih rendah di dalam air”.

Padahal, hasil terjemahan tersebut tergolong boros kata dan maksudnya kurang tepat. Alangkah lebih baik bila terjemahannya menjadi “Kapal itu mulai tenggelam”. Ini karena sank lower in the water berarti mulai tenggelam dengan posisi lebih rendah dari air.

6. Fokus pada Gaya Bahasa yang Diinginkan Klien

Saat akan menerjemahkan tulisan, Anda juga patut menyesuaikan gaya bahasa dengan style yang diinginkan klien. Misalnya, ada klien bisnis yang ingin hasil terjemahannya bernuansa formal karena ditujukan untuk para profesional muda.

Namun, ada pula klien bisnis yang menginginkan gaya bahasa lebih santai dan kekinian supaya mudah diterima kalangan anak muda. Jadi, Anda yang berbisnis di bidang jasa translate juga harus menyesuaikan gaya bahasa dengan hasil akhir yang sesuai dengan kemauan klien. Peluang untuk mendapatkan repeat order pun semakin besar.

Tak ada salahnya bila Anda menekuni bisnis jasa translate bila Anda memiliki passion dan bakat di bidang linguistik. Mulailah mempelajari berbagai bahasa baru secara mendalam agar bisa menjadi penerjemah profesional yang populer.

Baca juga:  Jenis Pekerjaaan Freelance Apa yang Cocok untuk Kamu?

Referensi: content.lionbridge.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top