Cek Personal Style dalam Karya Desain, Perlukah?

Setiap pekerja kreatif, khususnya ilustrator biasanya memiliki ciri khas dalam setiap karya yang dibuatnya. Meski setiap karya selalu disesuaikan dengan permintaan klien, ada konsistensi karya di beberapa sisi.

Hal ini bisa dijumpai saat menilik portofolio jasa ilustrator. Tapi apakah personal style memang diperlukan untuk setiap karya desain?

special40

1. Personal Style Bukan untuk Desainer

Desainer grafis bukanlah seniman. Seorang desainer membuat karya desain untuk membantu menyelesaikan masalah orang lain. Karya yang mereka hasilkan umumnya juga disesuaikan dengan permintaan klien. Tidak jarang, gaya desain seorang desainer terkesan berubah-ubah.

Meski demikian, personal style memang diperlukan untuk beberapa tipe konten kreator, seperti illustrator. Berbeda dengan desainer grafis, seorang ilustrator harus memiliki personal style sendiri. Personal style inilah yang membuatnya berbeda dengan ilustrator lain.

2. Personal Style bisa Menjadi Anugerah Sekaligus Kutukan

Mungkin ini terdengar kontradiktif. Memang seperti itulah personal style. Saat seorang desainer atau ilustrator memiliki ciri khas, karya mereka akan lebih mudah dikenal berkat personal style yang mereka miliki. Tidak jarang, berkat style tersebut, ada klien yang memutuskan untuk menggunakan jasa seorang ilustrator.

Itulah sisi positif dari personal style. Sayangnya, personal style juga memiliki sisi negatif. Misalnya saja terkait jangkauan audiens. Jika personal style tersebut memiliki audiens yang terlalu spesifik, jangkauannya juga menjadi lebih terbatas.

3. Personal Style Tumbuh dari Praktik Langsung

Personal style bukanlah sesuatu yang bisa dibuat-buat dalam waktu singkat. Seorang pekerja kreatif tidak bisa membuatnya secara sengaja. Style seperti ini tumbuh bersama dengan pekerja kreatif itu sendiri. Sama halnya dengan karakter manusia, personal style tumbuh sesuai yang sudah dilalui.

Jika menginginkan personal style, Anda tidak perlu memaksakan diri. Anda cukup belajar dan terus berlatih. Berangkat dari sini, semakin lama personal style tersebut akan mulai terbentuk.

Baca juga:  4 Pekerjaan Freelance yang Paling Menjanjikan

4. Personal Style Sulit Diidentifikasi Seorang Diri

Ada satu hal yang menarik saat berbicara tentang personal style. Baik penyedia jasa ilustrator maupun fotografi, pada dasarnya para pelakunya tidak benar-benar mengetahui personal style mereka. Dalam banyak kasus, justru orang lain yang melihat karya-karya merekalah yang seringnya menemukan personal style tersebut.

Meski demikian, bukan berarti Anda tidak bisa menemukan personal style sendiri. Hanya saja, Anda harus bisa melihat setiap karya yang dibuat sebagai seorang pengamat, bukan sebagai seorang kreator. Anda juga perlu melihat beberapa karya dari kreator lain. Dari sini, personal style tersebut sedikit demi sedikit akan mulai terlihat.

5. Jangan Sembunyikan Personal Style Anda

Dikarenakan beberapa hal, terkadang seorang kreator merasa harus mengikuti permintaan klien secara utuh. Tak jarang, hal tersebut mendorong seorang kreator untuk menyembunyikan personal style-nya.

Menyembunyikan personal style pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan berusaha menjadi orang lain. Tidak ada orang yang bisa mengingkari dirinya sendiri dan berpura-pura menjadi orang lain sepenuhnya. Karena itu, hal ini dipastikan akan mempengaruhi hasil karya yang dibuat.

Meski pada dasarnya personal style bukan untuk desainer, bukan berarti hal tersebut tidak ada pada diri setiap desainer profesional. Setiap karya pasti selalu memiliki sifat turunan dari pembuatnya. Ada bagian dalam diri seorang desainer yang secara tidak sengaja masuk ke dalam karya yang mereka buat. Dalam karya penyedia jasa ilustrator, personal style ini bahkan terlihat begitu kental.

Referensi: webdesignernotebook.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top