Tips Tentukan Style Graphic Design Anda

Setiap graphic designer pasti memiliki ciri khas desain yang membedakannya dengan para desainer lain. Bisnis desain memang tak sekadar soal jasa desain banner atau produk jadi lainnya.

Sentuhan ciri khas desainer juga penting untuk menambah nilai produk tersebut. Sebagai desainer profesional, Anda tentu harus memiliki style graphic design yang unik dan istimewa.

Jangan berkecil hati bila selama ini Anda lebih akrab dengan urusan jasa desain banner atau hal-hal bersifat teknis lainnya. Ikuti tips-tips ini untuk menentukan style graphic design pribadi yang eksklusif dan menarik.

special40

1. Jangan Ragu Mencari Berbagai Referensi

Pada masa-masa awal menjadi graphic designer, wajar kalau Anda menemukan kendala dalam menentukan ciri khas. Anda bisa menyiasatinya dengan mencari berbagai referensi desain dari seniman maupun graphic designer lainnya.

Referensi tersebut lantas tak boleh ditiru sepenuhnya ketika membuat desain. Anda boleh menyesuaikan diri dengan berbagai referensi favorit tersebut. Supaya Anda bisa menemukan style graphic design sendiri tanpa bergantung pada referensi yang Anda sukai.

2. Melakukan Eksplorasi secara Teratur

Seorang graphic designer profesional pasti tergugah untuk melakukan eksplorasi terhadap beragam style design terbaru. Anda tak perlu ragu mengeksplorasi style design yang sudah dimiliki.

Proses eksplorasi tersebut akan menjadi pembelajaran berharga bagi Anda. Ini menjadikan Anda bisa melakukan perbaikan desain secara berkesinambungan tanpa mengabaikan style yang sudah menjadi ciri khas Anda.

3. Tidak Berpuas Diri dengan Satu Style Saja

Demi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, Anda tentu tak boleh berpuas diri dengan satu style saja. Bukan hanya teknologi yang berkembang dalam jasa pembuatan banner dan produk-produk desain lainnya.

Para graphic designer juga mesti mengembangkan diri dengan mempelajari banyak hal baru. Hal ini sangat penting bagi graphic designer yang baru memulai karier. Ini karena seorang graphic designer dituntut memiliki pola pikir futuristik agar tidak tertinggal dengan para desainer baru.

Baca juga:  10 Kerja Part Time Pilihan Saat Kuliah di Luar Negeri

4. Menyesuaikan Diri dengan Brief dari Klien

Graphic designer bukanlah seniman yang bebas berekspresi sesuka hati. Ini karena graphic designer tetap harus berkoordinasi dengan klien untuk menghasilkan karya yang sesuai kebutuhan klien. Mencari style graphic design yang khas bukan berarti mengabaikan brief dari klien.

Anda harus cerdik menyisipkan sentuhan ciri khas Anda ke dalam setiap karya yang diinginkan klien. Ini menjadikan klien merasa puas dan Anda pun bisa menyalurkan ide-ide desain yang sejalan dengan style Anda.

5. Menampilkan Style yang Khas pada Portofolio

Portofolio merupakan kumpulan hasil pekerjaan yang menunjukkan kreativitas dan kemampuan Anda sebagai graphic designer. Jadi, Anda bebas menentukan portofolio mana saja yang paling cocok ditampilkan untuk menarik perhatian calon klien. Keberadaan portofolio juga dapat menggambarkan style graphic design Anda secara spesifik.

Tujuannya adalah orang-orang lain bisa mengenali ciri khas desain Anda melalui berbagai portofolio tersebut. Secara tidak langsung, Anda telah memperkenalkan diri sebagai graphic designer yang punya ciri khas menonjol.

6. Tak Perlu Berpatokan pada Desain Lain

Graphic designer tentu tak butuh role model ketika menghasilkan karya. Saat sedang belajar desain, mungkin Anda butuh teladan untuk hal-hal yang sifatnya teknis. Namun, Anda tidak membutuhkannya lagi bila sudah memasuki ranah profesional.

Kadang-kadang, tak ada salahnya mempertahankan idealisme desain dan membicarakannya dengan klien. Cara ini menjadikan klien semakin yakin dengan profesionalitas Anda di bidang desain.

Itulah sebabnya bisnis berupa jasa desain banner, spanduk, atau brosur sering dilakukan secara spontan sambil tetap meminta feedback dari klien.

Jadi, sudahkah Anda menentukan style graphic design untuk diri sendiri? Jangan bosan belajar hal-hal baru supaya Anda bisa berkembang menjadi graphic designer yang populer dan profesional.

Baca juga:  Cari Kerja Freelance Selagi Kerja Kantoran, Kenapa Tidak?

Referensi: webdesignernotebook.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top