Apa itu SEM? Dasar Search Engine Marketing

Saat hendak mencari informasi tentang sesuatu, apa yang biasanya akan dilakukan orang di era digital seperti sekarang? Yes, mereka akan memanfaatkan mesin pencarian online.

Berdasarkan data dari gs.statcounter.com, per Agustus 2019 ini Google memegang 92,37% market share untuk mesin pencarian online secara global. Hal ini tidak mengejutkan karena nyatanya memang ada miliaran orang yang menggunakan Google di seluruh dunia.

Oleh sebab itu, wajar apabila banyak brand beriklan di Google demi bisa menjangkau target audiens mereka. Di sinilah search engine marketing (SEM) bisa membantu Anda.

SEM adalah salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas brand atau website Anda di mesin pencari online (dalam hal ini, Google).

Apabila website Anda muncul di hasil teratas pencarian Google, maka peluang untuk di-klik oleh pengguna akan semakin besar.

Apa itu SEM?

Sebagai salah satu strategi digital marketing, SEM bertujuan untuk memunculkan website Anda di urutan atas hasil pencarian online. Namun, Anda harus bersedia mengeluarkan sejumlah biaya karena konten website Anda dianggap sebagai sebuah iklan (ads).

Itulah kenapa banyak orang juga menyebut SEM sebagai paid search ads, pay-per-click (PPC), cost-per-click (CPC), atau cost-per-thousand impressions (CPM).

Apa pentingnya menerapkan SEM?

SEM memiliki sejumlah keuntungan yang bisa Anda rasakan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Meningkatkan brand awareness

Beberapa dari Anda mungkin mengerutkan kening saat mengetahui bahwa SEM sebetulnya adalah pemasangan iklan. Namun, Google sendiri menyatakan bahwa iklan di mesin pencarian dapat membantu meningkatkan brand awareness hingga 80%.

Mungkin memang tidak semua orang akan men-klik iklan yang Anda pasang, tapi setidaknya mereka akan melihatnya. Jadi, brand Anda pun akan lebih diingat. Apalagi biasanya iklan Anda juga bisa saja muncul di berbagai website dan aplikasi yang bekerja sama dengan Google.

  • Meningkatkan konversi

Tujuan utama penerapan digital marketing adalah untuk menghasilkan penjualan. SEM bisa membantu Anda mewujudkan hal tersebut. Melalui iklan yang dipasang di Google, Anda bisa menautkan link yang mengarahkan pengguna ke landing page dengan tujuan konversi yang jelas, misalnya penjualan produk.

Baca juga:  6 Teknik SEO untuk Meningkatkan Traffic Website

Jadi, prosesnya pun jelas, sejak dari iklan berbayar, pengguna internet men-klik iklan, dan mereka akan diarahkan ke halaman website yang menyediakan media transaksi.

  • Tidak membutuhkan bujet terlalu tinggi

Ya, SEM memang mengharuskan Anda untuk membayar iklan agar bisa terpasang di hasil pencarian Google atau mesin pencarian online lain.

Namun, jumlahnya relatif terjangkau jika dibandingkan dengan memasang iklan di media konvensional seperti koran atau billboard. Bahkan Anda sudah bisa memasang iklan di mesin pencari hanya dengan bujet sebesar puluhan ribu rupiah.

Bagaimana cara kerja SEM?

Simpelnya begini: pengguna internet mengetikkan kata kunci tertentu pada mesin pencari online, klik enter, lalu hasil pencarian akan menampilkan konten iklan Anda di urutan teratas, bahkan sebelum konten organik. Bagaimana bisa? Kuncinya adalah riset keywords, bisa menggunakan platform seperti Google Trends.

Cari tahu keywords apa saja yang banyak digunakan orang terkait produk Anda. Misalnya, jika Anda menjual jasa penulisan artikel online, Anda bisa meriset keywords-keywords relevan seperti “tips menulis artikel”, “jasa artikel online”,  atau “penulisan artikel online”.

Catat volume pencarian dari masing-masing keywords untuk membantu Anda menentukan keywords terbaik. Namun, dalam menyusun strategi SEM, Anda tidak bisa sembarangan mendaftarkan keywords untuk iklan.

Anda perlu mengelompokkan kata kunci pada kategori tertentu. Dengan contoh jasa penulisan artikel online di atas, Anda bisa membuat kelompok kata kunci menjadi kelompok keyword artikel bahasa Indonesia atau keyword artikel bahasa Inggris.

Di setiap kelompok tersebut, masukkan keywords yang relevan. Contohnya, di kelompok keyword artikel bahasa Indonesia, Anda bisa masukkan kata kunci seperti penulisan artikel bahasa Indonesia dan jasa artikel bahasa Indonesia.

Baca juga:  Facebook Ads Vs Google Ads, Mana yang Lebih Baik?

Itulah penjelasan singkat terkait search engine marketing atau SEM. Perlu diingat kembali bahwa SEM berbeda dari SEO, yang fokus pada optimalisasi konten agar bisa muncul di urutan teratas hasil pencarian online. Jadi, SEO bukanlah strategi pemasangan iklan seperti SEM. Semoga bermanfaat!

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top